Penghasilan Tidak Tetap


Penghasilan nggak Tetap, 
Kok Diterima jadi Menantu?

Alkisah ada seorang lelaki yang berniat ta'aruf ke rumah orang tua wanita pujaan hati. Saat tiba di rumah calon mertua, Sang Bapak bertanya tentang maksud dan tujuan. Sampailah di pertanyaan ini:

Bapak: “Nak, kamu memang sudah punya pekerjaan tetap?”

Lelaki: “Belum Pak!”

Bapak: “Nanti kamu mau kasih makan apa anak saya?”
 
Lelaki: “Nasi Pak!”
 
Bapak: “Cerdas kamu ya!”
 
Lelaki: “Alhamdulillah Pak, terimakasih pujiannya!”
 
Bapak: (Muka keheranan) “Ye, masih nggak ngerti, itu sindiran tau! 
Berarti kamu gak punya penghasilan tetap kan? 
Nanti kalau jadi menikah dengan kamu anak saya mau tinggal dimana?”
 
Lelaki: “Di rumah Pak!”
 
Bapak: “Rumah siapa?”
 
Lelaki: “Bisa rumah Bapak, rumah orang tua saya atau rumah saya”.
 
Bapak: “Jangan main-main ya kamu? Kamu tahu saya ini Marinir?”
 
Lelaki: “Justru saya kesini serius menikahi anak Bapak. Saya sangat tahu bahwa Bapak orang yang hebat.”
 
Bapak: “Ngapain saya nikahin anak saya sama kamu kalau nasib masa depan anak saya nanti nggak jelas!”
 
Lelaki: “InsyaAllah saya siap bertanggung jawab Pak. 
Karena saya sudah mempersiapkan diri untuk jadi imamnya!”
 
Bapak: “Lah, wong kerjaan aja nggak jelas gitu!”
 
Lelaki: “Begini Pak, pekerjaan saya memang nggak tetap. 
Seperti besok saya rapat di Paris, besoknya balik ke Indonesia untuk kontrol produksi. 
Minggu depannya mesti ekspansi pasar di Malaysia dan Thailand. Karena Saya pengusaha Pak!”
 
Bapak: “Ooo..oooh”
 
Lelaki: “Penghasilan saya juga nggak tetap Pak, Kadang bulan ini 100 juta. Bulan besok bisa 300 juta. Rata-rata sih 150 juta sebulan”.
 
Bapak: (Muka mulai cerah dan tersenyum) “Ngomong dong dari tadi, udah pasti saya terima. Jadi kapan mau bawa orang tua kemari?”

Hehe… intinya jangan menilai seseorang cuman dari pekerjaan tetap atau nggak, atau dari penghasilan tetap. Karena yang penting adalah tetap bekerja dan berpenghasilan juga siap bertanggung jawab menafkahi istri dan anak tercinta. 

Setujuu..??
*Boleh di-SHARE :D :D :D

Setia Furqon Kholid
# Ngapain Nikah? Kalau Gak Sakinah

Setia Furqon Kholid

Posting Komentar

0 Komentar