~~ PENYAKIT HATI ~~

~~ PENYAKIT HATI ~~

'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Ta'atik'

“Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepada-Mu” [HR. Muslim (no. 2654)

'Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Tho'atika' Artinya:

“Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.” (HR. Muslim) Do’a Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam di atas menunjukkan betapa amat pentingnya posisi hati memiliki iman yang berkualitas untuk tetap beragama Islam dengan dasar ikhlas demi hanya mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.

Seseorang yang hatinya berpenyakit/tidak beriman menjadi sasaran empuk dari setan hingga hatinya menjadi keras dan kasar (QS Al-Haj: 53). Hati yang

berpenyakit bila tidak diobati, Allah akan menambah penyakit yang lain hingga bertambah-tambah (QS Al-Baqarah: 10).

Hati yang kibir/sombong (menolak kebenaran dan menghina orang (HR Ibnu Mas’ud, HR Muslim) akan ditutup oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala (tidak mendapat petunjuk-Nya (QS Al-Mukmin: 35).

Orang yang tidak mau bertadabbur (memikir dan mempelajari) kepada Al-Qur’an dalam keadaan mampu, hatinya terkunci (QS Muhammad: 24).

Hati orang kafir dalam kesesatan (QS Al-Mukminuun: 63).
Hati orang yang tidak beriman dan ragu kepada kebenaran Islami senantiasa bingung dan resah (QS At-Taubah: 45).

Rasa suka memperolok-olok, mempermainkan dan mengabaikan agama Islam terdapat dalam hati orang-orang yang bergelimang dosa atau kafir (QS Al-Hijr: 11 dan 12).
Orang-orang yang tidak mengerti agama, tidak berpikir dan memusuhi Islam, lahirnya tampak bersatu, tetapi sebenarnya hati mereka berpecah-belah dan bermusuhan antara mereka (QS Al- Hasyr: 14).

Hati orang beriman akan tergetar takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bila nama-Nya disebut, dan imannya bertambah kuat bila dia dibacakan ayat-ayat-Nya dan dia kepada Tuhannya bertawakkal (QS Al-Anfaal: 2).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberi petunjuk kepada hati orang yang beriman (QS At-Taghabun: 11).

Orang yang hatinya selalu ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala diberi ketenteraman/ketenangan (QS Ar-Ra’d: 28).

Orang yang mengagungkan syiar agama/memperjuangkannya itu pertanda bahwa hatinya bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (QS. Al-Haj: 32).

Uraian di atas menunjukkan pelajaran amat penting karena berdasar Al-Qur’an dan Hadits. Yaitu bahwa karena tidak beriman, syirik. kufur, nifak dan hati kotor, orang bisa mudah berbuat segala macam keburukan/kejahatan yang akan membahayakan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sebaliknya orang yang beriman, bertaqwa dan ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala hidupnya bahagia dan insya Allah bermanfaat baginya, masyarakat dan bangsa..

Semoga bermanfaat,
Salam santun dan ukhuwah fillah ^__^ https://www.facebook.com/pages/Abdul-Aziz-Ar-Rauuf/210331922310332

Posting Komentar

0 Komentar