Sholat vs Nonton Bola

lagi nonton bola.......indonesia lawan filifina.....

ada hal yang menggelitik hatiku... saat ini jam sudah menunjukkan pukul 20.27. artinya sholah Isya' sudah berlalu selamaa lebih kurang satu jam yang lalu..

lalu aku bertanya pada diriku sendiri yang jawabannya sudah hampir dapat dipastikan, apakah pemain bola itu beserta seluruh penonton yang ada di gelora bung karno, termasuk PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHONONO dan ISTRINYA, BERIKUT BEBERAPA MENTERI yang juga ikut nonton, APAKAH MEREKA SEMUA SUDAH SHOLAT ISYA' ???????? atau para sahabat ku pecinta bola juga sudah sholat Isya' tepat pada waktunya ??.

saat azan berkumandang, hakikatnya itulah panggilan Allah kepada kita untuk segera menunaikan kewajiban kita kepada-NYA. lalu apakah pantas kita mendahulukn BOLA dari panggilan Allah ???? TIDAK واللهِ TIDAK.....

ALLAH yang telah memberikan kita hidup, Allah memberi kita Rizqi, Allah pemilik Dunia dan isinya apakah pantas kita atau mereka mendurhakainya. bukankah waktu sholat Isya' itu panjang...kan nanti habis nonton bola atau main bola bisa di kerjakan...itu kata sebagian dari mereka...sungguh itulah perkataan para PENDURHAKA, PENDUSTA, MUNAFIQ TULEN....

apakah mereka mengira bisa mengatur nyawanya??? kapan ia hidup kapan ia mati... bahkan ia sama sekali tidak bisa mencegah nyamuk yang menggigit tubuhnya, lalat yang hinggap di hidungnya. lalu mereka mengira akan bisa mengatur hidupnya ataupun hidup seenaknya...

Tak ada yang bisa di banggakan pada mereka yang berani Menomor duakan Allah atas makhluq-Nya..

Bahkan PRESIDEN sekalipun..... Tak patut menjadi pemimpin, PRESiDEN yang menomor dua syariat Allah maka tak patut jadi Manusia. atau siapapun orangnya. jika ingin bermaksiat kepada Allah maka cari dunia lain yang bukan diciptakan Allah

Para Ulama dulu jika mereka ingin menuntut ilmu pada seseorang, maka mereka akan melihat bagaimana Shalatnya jika shalatnya baik maka mereka akan berbaik sangka pada amal yang lain, tapi jika mereka melihat shalatnya buruk maka mereka akan segera menghindar darinya.. والله اعلم
http://img37.imageshack.us/i/shalat.jpg/






Dalil / hadist dibolehkannya menunda shalat
Published on January 31, 2010 in Artikel Islam.

penundaan shalat berjamaah untuk hajat tertentu pernah dilakukan oleh Rasul saw berkali kali, sebagaimana diriwayatkan bahwa para sahabat menanti rasul saw untuk shalat Isya' berjamaah hingga pertengahan malam (Shahih Muslim hadits no.376)

bila kalian shalat Isya' sungguh waktunya hingga pertengahan malam (shahih Muslim hadits no.612).

Rasul saw ditanya mengenai waktu shalat 5 waktu, maka Rasul saw shalat dihari itu pada waktu Subuh, Dzuhur, 'Asar, Magrib dan Isya' di awal waktu, lalu pada hari kedua Rasul saw shalat Subuh, Dzuhur, Asar, Magrib dan Isya' di akhir waktu, lalu beliau saw berkata : “dimana si penanya waktu shalat kemarin?”, maka orang itu berkata : Aku wahai rasulullah, maka Rasul saw berkata : “waktu shalat antara kedua waktu ini” yaitu hari pertama beliau mencontohkan awal waktu dan hari kedua beliau mencontohkan akhir waktu, dan waktu shalat adalah antara kedua waktu itu. (Shahih muslim hadits no.613).

diriwayatkan pula bahwa Aba Umamah berkata aku shalat dhuhur bersama Umar bin abdul aziz, lalu aku mengunjungi anas bin malik ra dan kami melakukan shalat asar, maka aku berkata : “shalat apa yg kau lakukan ini?” anas bin malik berkata : Inilah waktu asar yg kuketahui dari Nabi saw. (Shahih Bukhari hadits no.524). ini menujukkan bahwa Umar bin Abdul aziz shalat dhuhur saat waktu sudah sangat dekat dg asar.

setelah Iqamat shalat Isya, Rasul saw meninggalkan shalat dan berkata :”tetaplah pada posisi kalian”, lalu beliau mandi junub lalu mengimami shalat (Shahih Bukhari hadits no.614).

setelah Iqamat dikumandangkan Rasul saw berbicra dengan seorang lelaki hingga jamaah menunggu hingga larut malam dan banyak yg tertidur, barulah kami shalat berjamaah (Shahih Bukhari hadits no.616).

maka para ulama mengambil kesimpulan bahwa menunda waktu shalat untuk suatu hajat penting merupakan hal yg diperbolehkan, apalagi hajat itu adalah hajat umum, dan terlebih lagi adalah Majelis taklim, atau dzikir atau lainnya, karena biasanya para ulama sengaja menelatkan shalatnya demi jamaah tidak meninggalkan tempat, sebab bila selesai shalat maka mereka berpencar dengan urusannya masing masing, hilangnya keinginan untuk belajar ilmu dan beribadah, menuju televisi, atau urusan keduniawian lainnya, maka para ulama sengaja menundanya agar muslimin tetap ditempat sembari menanti waktu shalat. karena Rasul saw menjelaskan saat sahabat menanti beliau keluar melaksanakan shalat isya hingga pertengahan malam maka rasul saw bersabda : “orang lain sudah shalat dan sudah tertidur, namun kalian tetap dalam shalat selama kalian menanti shalat” (Shahih Bukhari hadits no.546)

Sumber Habib Munzir Al Musawwa





Posting Komentar

0 Komentar