Air Terjun di Pagaralam Jadi Milik Pribadi

Tribun Jogja - Kamis, 17 Februari 2011 10:11 WIB
Share |
Air-Terjun-di-Pagaralam-1.jpg
SRIPO/WAWAN SEFTIAWAN
Salah satu air terjun di Kota Pagaralam

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Seftiawan

TRIBUNNEWS.COM, PAGARALAM --- Objek wisata air terjun di Kota Pagaralam rupanya bisa diperjualbelikan dengan bebas. Bahkan pejabat tinggi di daerah ini diduga telah membeli air terjun Cughup Mangkok di Dusun Pematangbango, Kelurahan Cughup Jare, Pagaralam Utara.

Untuk diketahui, daerah Pagaralam banyak menyimpan objek wisata alam sehingga sering disebut sebagai Kota Seribu Air Terjun.Data yang diperoleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pagaralam menyebutkan, saat ini ada sekitar 34 air terjun yang sudah ditemukan di tempat terpisah.

Dari jumlah itu, sebanyak 17 air terjun dalam pengawasan Pemkot Pagaralam. Yakni Lematang Indah, Embun, Tujuh Kenangan, Alap-alap, Mangkok, Kasih Bunda, Besemah, Muara Tenang, Muara Siban, Padu Rasa, Cungkuh 7 Tingkat, Talang Martam, Talang Keling, Rimau, Kincir, Namling, dan Pancar.

Tiga air terjun Cughup Mangkok, Cughup Lematang, dan Cughup Embun sudah dikelola sebagai objek wisata. Namun ternyata tiga air terjun itu dikuasai oleh pribadi atau perorangan.

Amdal Gafar (53) pemilik air terjun Cughup Embun, mengatakan, air terjun itu milik pribadi yang sudah dikelolanya sebagai objek wisata sejak tahun 1980.

Gafar mengaku berhak untuk memiliki kawasan air terjun itu karena letak air terjun itu di lokasi kebun miliknya. Keberadaan air terjun itu, katanya, sudah sejak Pagaralam masih jadi bagian dari Kabupaten Lahat.

"Dulu kawasan ini masih belum bagus seperti saat ini. Setelah Kota Pagaralam pisah dengan Lahat kawasan ini dibangun oleh pemerintah untuk dijadikan kawasan wisata air terjun andalan," ujar Gafar saat diwawancarai awal Februari 2011.

Menurut Gafar, kawasan Cughup Embun pernah hendak dibeli pemerintah daerah tapi karena lokasi tersebut merupakan milik keluarga maka dia menolak. Pemkot Pagaralam lantas menawarkan kerjasama untuk mengelola dan membangun tangga menuju kawasan wisata tersebut.

Gafar bahkan menyebut nama pejabat tinggi di Kota Pagaralam sebagai pemilik air terjun Cughup Mangkok. Orang yang sama diakui pernah menawar air terjun miliknya.

"Cughup Mangkok itu dibeli dari pemiliknya beberapa tahun yang lalu. Saya lupa kapan pastinya. Kawasan itu sudah dia beli dari pemilik tanah yang lama," kata Gafar.

Pantauan lapangan, dua objek wisata Cughup Embun dan Cughup Mangkok dikelola lebih baik ketimbang air terjun lainnya. Di kawasan air terjun Cughup Mangkok terdapat tempat untuk ganti pakaian para pengunjung yang ingin mandi, dan juga ada musala.

Namun untuk kawasan air terjun Cughup Embun tidak terdapat tempat ganti pakaian dan musala tapi sudah ada tempat untuk berteduh para pengunjung.

Setor Tiap Tahun

Lain halnya dengan kawasan wisata air terjun Lematang yang merupakan milik Damsi (50), warga Dusun Prahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan. Setiap tahun pemilik kawasan tersebut harus menyetor uang sewa fasilitas yang dibangun pemerintah sebesar Rp 4 juta.

Uang itu harus dikeluarkan pemilik objek wisata sebagai uang sewa fasilitas yang sudah dibangun pemerintah. Di lokasi air terjun tersebut terdapat beberapa fasilitas yang dibangun pemerintah yaitu tempat ganti baju pengunjung, WC, dan jembatan yang menghubungan dua sisi sungai. Juga ada beberapa tempat berteduh para pengunjung.

"Kawasan ini memang milik kami karena tanahnya punya kami tapi sejak pemerintah membangun beberapa fasilitas pendukung objek wisata ini. Kita harus memberikan sebagian retrebusi yang kita dapat dari pengunjung ke pihak pemerintah," kata Damsi, Selasa (15/2/2011).(*)

Editor : jokoja
Sumber : Tribunnews

Posting Komentar

0 Komentar