Banjir lahar dingin mengacam, warga tetap nambang

20110205135047_Aya-Talut_Code._JPG_(2).JPG

JOGJA: Meskipun beresiko tersapu oleh banjir lahar dingin dari Gunung Merapi, sejumlah warga di kelurahan Sorosutan tetap melakukan aktivitas penambangan pasir di Kali Code yang merupakan salah satu sungai besar yang berhulu di gunung Merapi. Alasannya, dengan penambangan pasir tersebut, mereka mendapatkan penghasilan yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Ya, ini kami melakukan menambang pasir, untuk mendapatkan penghasilan karena satu rit pasir laku dijual seharga Rp60.000, sedangkan dalam sehari bisa mendapatkan sekitar enam rit pasir,” kata salah seorang penambang pasir, Sarjiman saat ditemui Harian Jogja di pinggiran Kali Code, Sabtu (5/2).

Menurutnya, penambangan pasir tersebut dilakukan selain untuk mengurangi resiko terjadinya banjir karena meluapnya Kali Code, juga untuk menambah penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Penambangan pasir tersebut, lanjut Sarjiman merupakan hal yang lazim dilakukan warga yang tinggal di pinggiran Kali Code, selain sebagai kerja bakti juga mengantisipasi terjadinya banji mengingat pendangkalan sungai terus terjadi, menyusul musim hujan yang masih belum usai.

“Kami tidak memakai beckhoe untuk mengeruk pasir, karena itu malah justru bisa merusak jalan-jalan kampung, sehingga kami bekerja secara langsung dengan alat-alat tradisional seadanya,” terang Sarjiman sambil menambahkan pasir di Kali Code tersebut merupakan pasir dengan kualitas nomor satu, karena merupakan pasir dari hasil erupsi Gunung Merapi. (Harian Jogja/M Fikri AR)

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Wah, demi menafkahi keluarga keselamatan diabaikan. mudah2an tercatat pahala yang besar, amiinn

    BalasHapus
  2. demi memenuhi kebutuhan keluarga walau beresiko tetep di lakoni,

    BalasHapus