Saatnya Menjadi Dewasa

Sering kita mendengar kata-kata bijak, “Menjadi tua itu pasti , namun menjadi dewasa adalah suatu pilihan”, dari kata itu besar maknanya. Seseorang yang sudah berumur 20, 30 bahkan 50 tahun memang sudah pantas dianggap tua, namun apakah tua itu bisa diartikan sebagai dewasa ?? karena banyak yang semakin bertambah tua tetapi pikirannya belum bisa dikatakan dewasa karena tidak bisa memperbaiki kehidupannya.


Tidak perlu menunggu tua untuk menjadi dewasa, karena dewasa sendiri tidak beriringan dengan jalannya umur, namun apakah arti dewasa itu sendiri ? Dewasa secara umum didefinisikan sebagai sikap dan pikiran yang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, bagaimana cara menjalani hidup, dalam Islam sendiri seseorang dikategorikan dewasa yaitu orang yang bisa membedakan mana yang merupakan perintah Allah SWT dan mana yang merupakan Larangan Allah SWT, dan menjadi dewasa itu bisa bersikap bijaksana karena seseorang yang bisa bersikap bijaksana berarti dia bisa mengendalikan dirinya dan memiliki pandangan hidup ke depan yang jelas dan berkomitmen.

Bagaimana kita bisa menilai bahwa seseorang tersebut dewasa ? biasanya dari pandangan sekilas kita menilai seseorang yang lebih tua daripada kita telah mampu besikap dewasa, akan tetapi coba kita lihat sekeliling kita, seperti saat ini suatu kebijaksanaan bahwa seseorang merawat dan menghormati orang lain, bapak merawat anaknya, kakek merawat cucunya, tetangga menghormati tetangga yang lain, tetapi keadaan zaman sudah terbalik karena sudah banyak bapak menodai anaknya sendiri, tetangga terhadap tetangganya, dan contoh yang lain. Apa perilaku mereka itu sudah termasuk dewasa?

Memang mudah mengasumsikan mereka itu masih belum bisa bersikap dewasa, dan memang lebih mudah kita memberikan penilaian terhadap orang lain. Apa kita sendiri sudah mampu bersikap dewasa ? Karena sebaik-baiknya individu adalah yang mampu mengkoreksi kekurangan yang dimilikinya.

Menjadi dewasa memang membutuhkan waktu yang sangat panjang, suatu short minded penulis dulu bahwa dewasa dalam memiliki seorang kekasih di masa remaja, namun itu suatu kesalahan fatal, tidak mudah menjadi dewasa meskipun kita memiliki orang untuk berbagi. Cara kita belajar untuk bersikap dewasa itu sebenarnya banyak, namun banyak yang memilih enggan untuk bersikap dewasa karena memang dalam diri manusia ada sifat alami yang ingin selalu diperhatikan. Tergantung kita sendiri dapat mengontrolnya atau tidak. Ada orang yang baru sadar pentingnya bersikap dewasa karena membaca buku-buku pembangun jiwa dan menemukan kedewasaan di tiap lembarnya. Ada orang baru sadar akan kedewasaan dengan melihat orang sekitar, mencontoh orang yang dinilai mampu bersikap dewasa di setiap perbuatannya. Ada orang yang baru sadar akan kedewasaan karena hampir-hampir dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga baginya. Dan banyak juga orang yang menempuhnya dengan jalan yang berat dalam mengarungi hidup sampai orang itu menemukan kedewasaan yang hakiki.

Apa anda sudah memiliki kedewasaan ? Apa tulisan ini bisa menginspirasikan anda untuk bersikap dewasa ? Ya, kita harus bisa bersikap dewasa dalam menjalani hidup, cara yang bisa dilakukan Pertama : Belajarlah bersikap dewasa, ini memerlukan waktu yang cukup lama. Kita bisa banyak belajar tentang teori yang membuat kita bersikap dewasa, dan hal-hal yang menuju kedewasaan, belajar dari orang-orang terdekat, meminta nasehat dari orang tua bukanlah hal yang buruk untuk dicoba.

Adapun yang kedua kita harus bisa bercermin, bukan bercermin menatap diri kita di depan cermin dan bersikap narsis, namun mengkoreksi sudahkah kita bersikap dewasa, hal-hal yang belum menunjukkan sikap dewasa dan perlu diubah dan sebagainya.

Yang ketiga kita perlu latihan dalam bersikap dewasa, mencoba bersikap bijaksana dalam menentukan pilihan, berlatih kesabaran dalam menghadapi seseorang yang ngambek, berlatih bersikap pengertian dengan keadaan orang lain, menghormati orang lain, dewasa dalam beribadah kepada Allah SWT yang waktunya harus tepat karena sikap seperti ini yang masih sering dilakukan, bahkan penulis sekalipun dan yang paling penting dewasa dalam menjalani qodar hidup yang ditentukan oleh Allah SWT.

Bahkan tak dipungkiri lagi bahwa kebanyakan orang perlu “teguran sayang” terlebih dahulu untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang dewasa. Allah SWT yang selalu menyayangi kita, sehingga Dia tentu punya banyak cara untuk menegur kita agar kita tidak jauh-jauh dari-Nya. Penulis semakin teringat sabda Rasulullah tentang sifat Allah SWT, “Sesungguhnya Allah SWT adalah yang Maha Pencemburunya.” Karena itulah, Penulis juga ingin mengingatkan kembali bahwa sesungguhnya setiap “teguran” yang datang kepada kita bukanlah pertanda bahwa Allah SWT ingin menyengsarakan kita, tetapi mungkin karena kita sudah mulai menjauh dari-Nya, dan sebagainya.

Menulis atau membaca materi ini memang begitu mudah, namun dalam penerapannya tentu banyak hal yang harus kita penuhi sebagai penyokong keberhasilannya. Di antara yang paling penulis anggap penting adalah komitmen kuat dalam diri kita, yang selanjutnya ditambah dengan kedekatan kita dengan sesama ikhwah dalam jama’ah atau dengan orangtua khususnya, karena mereka adalah orang-orang yang tiada pernah sungkan untuk terus dan terus mengingatkan kita kepada kebaikan.


Diambil dari : http://luckybee.wordpress.com/2008/06/14/saatnya-untuk-menjadi-dewasa/

Posting Komentar

2 Komentar

  1. kok kwe banting stir rip?...bar bhs komputer kok dadi bhs agama?...ckckckc

    BalasHapus
  2. lha aku ki yo bingung...

    yo mugakno semboyane ganti
    "Keyakinan Menentukan Perubahan" nag Dengan Kata Merubah Dunia es eneg sek nganggo...opo maneh yo...??

    BalasHapus